Tuesday, 30 August 2016

PERNAPASAN BUATAN (RESUSITASI)


Pernapasan buatan atau resusitasi adalah tindakan yang di lakukan pada seseorang dengan maksud untuk menimbulkan pernapasan yang spontan dan teratur, agar orang tertolong jiwanya.

        karena orang hanya dapat hidup beberapa menit saja tanpa bernapas, maka pernapasan buatan harus dilakukan dengan segera dan menurut cara yang benar.

Monday, 29 August 2016

FILARIASIS (PENYAKIT KAKI GAJAH = ELEPHANTIASIS)

a. Etiologi
    Cacing - Filaria Bancrofti (Wucheria bancrofti)
                   - Filaria Malayi (Brugia Malayi)
                   - Timor microfilaria

b. Masa inkubasi
    antara 3 - 8 Bulan, kadang kadang 12 bulan.
c. Cara penularan
       melalui gigitan nyamuk : Culek fatigans
d. Gejala Penyakit 
     Cacing filaria sp hidup di dalam pembuluh-pembuluh dan kelenjar getah bening disertai dengan demam yang datang secara mendadak dan berulang ulang.
           peradangan dan penyumbatan-penyumbatan pada saluran getah bening menyebabkan bendungan lympha disebelah distal sehingga terjadi pembengkakan di :  Scrotum (kantung buah kemaluan pria), di kaki gajah. 
Bendungan dalam pembuluh getah bening dada (ductus thoracicus) akan menyebabkan pecahnya saluran lympha (chyluria = air kencing tampak seperti susu karena mengandung lemak dari lymph).

e. Filariasis di indonesia 
    penyakit Filariasis banyak terdapat di indonesia seperti di Pulau Jawa, Sulawesi, Timor.
f. Usaha pencegahan dan pemberantasannya

  1. Meniadakan sumber penularan dengan mencari  dan mengobati semua penderita.
  2. Pendidikan kesehatan kepada masyarakat tentang penyakit Filariasis :
  • Usaha pencegahannya (tidur berkelambu).
  • Perlunya pengenalan penyakit secara dini dan pengobatan yang segera.
  • Agar setiap anggota masyarakat turut aktif dalam usaha pemberantasan penyakitnya.
3.Memberantas Vektor penyakitnya yaitu       memberantas nyamuk Culex fatigans dan larvanya



CACAR DI INDONESIA

          Cacar mulai ada di Indonesia sejak tahun 1948, yang diduga datang dari singapura, menjalar ke Sumatra, Jawa, Dan terus ke pulau-pulau yang lainnya. sudah lebih dari 20 tahu indonesia mendapat kesulitan karena penyakit ini. misalnya tahun 1970 terdapat penderita sebanyak 9.369 orang dengan kematian sebanyak 1.180 orang.

TUMBUH-TUMBUHAN YANG BERACUN

Beberapa tumbuhan mengandung racun yang akan membahayakan manusia bila dimakan.
misalnya :
  • Beberapa jenis jamur seperti Amanita phalloides, Amanita muscaria, Agaricus Campestris.
     Penyakit karena keracunan jamur disebut mycetismus dapat menyebankan muntah berak. mycetismus bisa menyebakan kematian bila tidak di tolong dengan segera.

  • Beberapa jenis kentang yang mengandung racun yang disebut  solanin (C42H75012N4).  Solanin terdapat dari Solanum nigrum dan Solanum dulcamara, dan terdapat lebih banyak dalam kentang muda yang belum di masak.
  •  Beberapa jenis ketela mengandung asam biru(HCN) yang dapat menyebabkan kematian bila di makan.

LUKA (VULNUS)

LUKA  (VULNUS )
Luka adalah Terputusnya hubungan jaringan karena sesuatu sebab.
Penyebabnya

  • Kekerasan Tumpul.
  • Kekerasan Tajam.
  • Luka Bakar.
  • Luka Tembak.


Luka Karena Kekerasan Tumpul


  • Luka Lecet : Hanya Kulit yang Rusak. Pendarahan sedikit.
  • Luka Memar : Jaringan Dibawah Kulit rusak, tapi kulit nya tidak luka.
  • Luka robekan : Sering terjadi diatas bagian tulang. Pinggir dan dasar Luka tidak rata. Pendarahan  Kurang dibandingkan dengan luka iris.
Luka karena kekerasan tajam

  • Luka  Tusuk : Biasanya Kecil, pinggirnya tajam dan dalam. Bila mengenai dada atau perut  dapat mengenai alat-alat dalam seperti : Jantung, Paru-Paru, Usus, Hati, Limpa.
  • Luka Iris : Tepinya Rata, Sudutnya tajam ,menganga bila kulitnya tegang.Biasanya Pendarahan Banyak.
  • Luka Bacok : Lukanya sama dengan luka iris tapi lebih dalam; disebabkan karena.senjata  yang besar misalnya golok.pendarahan banya.
  • Luka bakar

        Luka bakar dapat disebabkan karena :
1.Api 5) Sinar
2.Uap gas 6) Arus Listrik
3.Cairan panas 7) Petir
4.Zat-zat kimia


Luka Tembak


       Lukanya Tergantung pada jenis senjatanya . pada tempat masuknya peluru biasanya luka berbentuk bulat, diameternya lebih kecil dari penampang Pelurunya. Ada bagian kulit yang tertekan masuk dan disekelilingnya didapati lingkaran yang tak lebar berwarna hitam .
Pada tempat keluarnya Peluru kulit agak terdorong ke luar, lukanya lebih besar dan lebih tak teratur. Bila pelurunya tak menembus akan didapati lubang masuknya saja.



  • Akibat akibat luka
           Perdarahan dengan segala akibatnya yaitu shock yang dapat menyebabkan kematian. Infeksi yang disebabkan oleh mikro-organisme yang selalu terdapat diudara, debu debu tanah, dan benda-benda yang lainnya.

  • Patah tulang.
Hal-hal yang khusus sesuai dengan bagian tubuh yang terkenanya.




Pertolongan pada luka pada umumnya


  • Cegah terjadinya infeksi dengan : Bekerjalah sebersih mungkin, misalnya cuci tangan dengan sabun atau alcohol 70%. Juga alat alat yang dipergunakan misalnya pembalut, gunting dan sebagainya harus steril.
  • Pada luka luka kecil teteskanlah mercurochroom sampai pada pinggir luka. Obat ini janganlah dihapuskan dengan kapas ataupun bahan bahan lain.
  • Tutuplah luka-luka dengan kain kasa steril atau pakailah pembalut cepat. Harus dijaga agar bagian pembalut yang akan mengenai lukanya jangan sampai terpegang.
  • Bila lukanya mengenai perut atau dada, Sehingga ada alat-alat dalam yang keluar, janganlah dimasukkan kembali tutuplah bagian ini dengan kain kasa steril ataupun pembalut yang lebar.sebaiknya dibasahi dengan air hanga kuku.
  • Hentikanlah perdarahan dengan :
    Membalut setiap luka baik dengan pembalut tekan ataupun tourniquet. 
Janganlah mengganggu bekuan darah yang terdapat pada luka-luka.

  • Cegahlah terjadinya shock
      Shock dapat terjadi karena banyak kehilangan darah ataupun karena rasa sakit yang hebat. Karena itulah hentikanlah setiap pendarahan dan hati-hatilah dalam memindahkan penderita, jangan sampai menyebabkan rasa sakit yang sangat, misalnya dalam memindahkan penderita patah  tulang.
Baringkanlah penderita sehingga otak mendapat darah yang cukup (kepala jangan pakai bantal).

  • Berilah minum bila penderita merasa haus dan dapat minum sendiri (masih sadar). Kecuali bila lukanya mengenai perut yang ada kemungkinan ususnya turut terkena, hanya mulutnya saja dibasahi.
  • Istirahatkanlah bagian badan yang terkena.Misalnya dengan mempergunakan mitella (kain segitiga) bila mengenai lengan atau mempergunakan bidai pada penderita patah tulang.
  • Selanjutnya kirimkanlah penderita ke Rumah Sakit atau ke Dokter.

PERBEDAAN ANTARA CACAR DAN CACAR AIR

  • CACAR (VARIOLA)
  1.  PENDERITA MULAI SAKIT ANTARA HARI KE 7 - 17 SESUDAH KONTAK ERAT DENGAN PENDERITA CACAR AIR.
  2. 2  -  4  HARI SEBELUM RASH PENDERITA BIASANYA DEMAM DAN MERASA LEMAH.
  3. KELAINAN KULIT (MAKULA  - PAPULA DLL.) LEBIH BANYAK TERDAPAT DIMUKA,TANGAN, DAN KAKI.
  4. KELAINAN KULIT BIASANYA TERDAPAT DI TELAPAK TANGAN DAN KAKI.
  5. KEROPENG BIASANYA TERBENTUK ANTARA HARI KE  10  -  14 SESUDAH RASH.
  6. KEROPENG MULAI TERLEPAS DALAM WAKTU 14  -  28 HARI SESUDAH RASH.

  • CACAR AIR (VERICELLA)
  1. PENDERITA MULAI SAKIT ANTARA HARI KE 14  -  21 SESUDAH KONTAK ERAT DENGAN PENDERITA CACAR AIR.
  2. PENDERITA UMUMNYA TIDAK MENUNJUKAN GEJALA APA-APA SEBELUM KELAINAN KULIT (RASH) TIMBUL.
  3. KELAINAN KULIT (MAKULA  - PAPULA DLL.) LEBIH BANYAK TERDAPAT DIBADAN DIBANDINGKAN DENGAN DIBAGIAN TUNGKAI (LENGAN -KAKI).
  4. KELAINAN BIASANYA TIDAK TERDAPAT DITELAPAK TANGAN DAN KAKI.
  5. KEROPENG BIASANYA TERBENTUK ANTARA HARI KE   4  -  7 SESUDAH RASH.
  6. KEROPENG MULAI TERLEPAS DALAM WAKTU 14 HARI SESUDAH RASH

Sunday, 28 August 2016

BATASAN DALAM KESEHATAN

BEBERAPA BATASAN DALAM ILMU KESEHATAN

              ILMU KESEHATAN  MASYARAKAT MERUPAKAN ILMU YANG SANGAT LUAS, YANG MEMPELAJARI KESEHATAN ORANG BANYAK.
                UNTUK DAPAT MENGERTI DENGAN  BAIK TENTANG KESEHATAN MASYARAKAT BESERTA KEGIATAN-KEGIATANNYA. BAIKLAH KITA PAHAMI BATASAN BATASAN BERIKUT:
1.    KESEHATAN
                MENURUT UNDANG-UNDANG NO. 9 TENTANG POKOK- POKOK KESEHATAN, DALAM BAB I, PASAL 2 :
                YANG DI MAKSUD DENGAN KESEHATAN DALAM UNDANG-UNDANG INI IALAH YANG MELIPUTI KESEHATAN BADAN, ROHANI (MENTAL) DAN SOSIAL, DAN BUKAN HANYA KEADAAN YANG BEBAS DARI PENYAKIT. CACAT DAN KELEMAHAN.
2.  KESEHATAN ROHANI (KESEHATAN JIWA)
                    DALAM TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA R.I NO 2805, TERMUAT PENJELASAN UNDANG UNDANG NO.3 TAHUN 1960 TENTANG KESEHATAN JIWA, DALAM PASAL 1: 
   KESEHATAN JIWA (MENTAL HEALTH) MENURUT FAHAM ILMU KEDOKTERAN PADA WAKTU SEKARANG ADALAH SATU KONDISI YANG MEMUNGKINKAN PERKEMBANGAN FISIK, INTELEKTUAL DAN EMOSIONAL YANG OPTIMAL DARI SESEORANG DAN PERKEMBANGAN ITU BERJALAN SELARAS DENGAN KEADAAN ORANG LAIN.
                
3.   KESEHATAN SOSIAL
                 DALAM TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA R.I NO. 2068 TERMUAT PENJELASAN UNDANG UNDANG NO.9 TAHUN 1960, TENTANG POKOK POKOK KESEHATAN DALAM PASAL 3 :
YANG DI MAKSUD DENGAN KESEHATAN  SOSIAL IALAH PERIKEHIDUPAN DALAM MASYARAKAT ; PERIKEHIDUPAN INI HARUS SEDEMIKIAN RUPA SEHINGGA SETIAP WARGA NEGARA MEMPUNYAI CUKUP KEMAMPUAN UNTUK MEMELIHARA DAN MEMAJUKAN KEHIDUPANNYA SENDIRI SERTA KEHIDUPAN KELUARGANYA DALAM MASYARAKAT YANG MEMUNGKINKAN NYA BEKERJA, BERISTIRAHAT DAN MENIKMATI HIBURAN PADA WAKTUNYA.

4.    MASYARAKAT
                   MENURUT LINTON : MASYARAKAT ADALAH SETIAP KELOMPOK MANUSIA YANG TELAH CUKUP LAMA HIDUP DAN BEKERJA SAMA, SEHINGGA MEREKA ITU DAPAT MENGORGANISASIKAN DIRINYA DAN BERPIKIR TENTANG DIRINYA SEBAGAI SATU KESATUAN SOSIAL DENGAN BATAS-BATAS  TERTENTU.
JADI : 
1)  KELUARGA ADALAH SATU BENTUK MASYARAKAT YANG TERKECIL. KUMPULAN DARI KELUARGA-KELUARGA MENENTUKAN GAMBARAN KEADAAN MASYARAKAT YANG LEBIH BESAR.
2)   UNTUK MEMPELAJARI KEADAAN MASYARAKAT, KITA.HARUS PULA MEMPELAJARI TENTANG KEHIDUPAN  MANUSIA SEPERTI :  SOSIOLOGI, PSIKOLOGI, ANTHROPOLOGI, ETHNOLOGI, EKOLOGI, EKONOMI dsb.

5.     ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
                   MENURUT WINSLOW : ILMU KESEHATAN MASYARAKAT ADALAH SUATU ILMU DAN SENI YANG :

  •   BERTUJUAN : 1) MENCEGAH TIMBULNYA PENYAKIT                                                    
                                 2)  MEMPERPANJANG MASA HIDUP